Cinta Dalam Mimpi (Part 1)
print this page

Saturday, April 17, 2010

Namaku Arif, usiaku 17 tahun. Aku masih duduk di kelas 2 SMU.

Pagi itu, kulihat dari kejauhan dia sangat cantik. Wajahnya yang menawan mengalahkan pandangan yang ada di sekitarnya. Dia adalah seorang wanita yang saya cintai, namun sampai sekarang aku belum pernah katakan satu kata pun untuk dia bahwa aku mencintainya. Hingga kini dia tak lain hanya sebagai sahabat dekat ku, aku tidak berani ungkapkan apapun tentang perasaan ku padanya karena aku takut perlahan dia menjauh karena aku mencintainya. Kusamperin dia dan ku beri dia senyuman, oh ya sampai lupa. Aku dan dia satu kelas loh, dia duduk didepan samping kanan papan tulis dan aku dikursi paling belakang dekat pintu (biasa anak cowok, kalau sekolah pasti duduknya cari yang paling belakang). Sehari - hari kita bercanda dan tawa bersama, saling melengkapi satu sama lain layaknya bagaikan sahabat. Dari situlah aku dan dia mulai akrab. Hingga terlintas dihatiku untuk memilikinya.

Satu tahun lebih kita bersama, dan aku masih menyembunyikan perasaan ku padanya. Hingga akhirnya pada kenaikan kelas, kita dipisahkan. Dengan berat hati aku menerima keputusan sekolah dan akhirnya aku mulai mencoba lebih dekat dengan dia, dia ku ajak jalan - jalan, nonotn bareng (walau dia yang ngajak yang penting asyik, hehehe...) makan bareng dan lain - lain. Masih banyak lagi cerita yang kita bangun ketika kita bersama. Tangis sedih, canda tawa kita lalui bersama dengan hati yang putih. Namun setelah sekian lama kita bersama, banyak teman yang mengira aku pacaran tapi sebenarnya aku dan dia hanya sebatas sahabat tak lebih, dia juga masih ada yang punya kok... Pernah ada seorang teman dekat ku (sahabat) memberiku saran, katanya : "cepat ungkapin perasaan kamu pada dia, sebelum ada seseorang yang lebih menyayanginya dan kau telat ungkapkan perasaanmu dan kau nanti kan menyesal dan hanya bisa menangis. Lagian kasihan dia, dia merasa digantungkan olem kamu, dia seakan akan menunggu kau ungkapkan sesuatu padanya". Dan aku hanya bisa menjawab pertanyaan itu dengan kata kata aku "mungking aku belum dapat menemukan waktu yang tepat ungtuk ungkapkan itu, dan kurasa aku masih terlalu dini jika aku katakan sekarang!". Hingga akhirnya bukan hanya seorang dua orang sahabatku, tapi semua teman ku dan dia bilang seperti itu (perkataannya hampir sama). Tapi aku masih tetap takut untuk ungkapkan perasaan itu.

Malam itu, adalah malam kelabu bagi aku. Malam itu aku coba ungkapkan perasaanku lewat SMS (Short Messages Service). Dengan kata - kata yang indah dan tulus aku ungkapkan semua rasa yanng aku rasakan selama aku bersama dia... Wow... Alhasil nihil, aku tidak mengerti balasan SMS dari dia. Aku terus berfikir apa yang dia pinta. Hingga keesokan harinya hubungan kita tak seindah dulu lagi, aku pikir itu gara gara semalam tadi. Sungguh jika memang benar, aku sangat menyesal dan aku terus berdoa agar aku dapat memutar waktu dan kejadian malam itu tidak akan terjadi. Perlahan hubungan kita agak memburuk.

Akhirnya pernah sesekali kita marahan, karena hubungan kita seperti ini. Dia terus memanas manaskan hati aku dengan cara yang amat perih bagi hatiku. Namun aku mampu meredam semuanya, aku mencoba bersabar dan aku pikir ini semua terjadi karena ulahku, maafkan aku.

(Jangan lupa baca Part selanjutnya yua...)

0 comments:

Post a Comment