Penyakit Insomnia
print this page

Saturday, April 17, 2010

Perlahan lahan aku larut dalam alur cinta yang salah, aku mencintai seseorang yang baru aku kenal. Bisa dikatakan aku terlalu cepat mencintainya, seperti lagu Keyla yang berjudul "Terlalu cepat mencintaimu". Cerita yang kita bangun hanyalah sebuah angan dan mimpiku semata, tak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.

Aku mencintainya lebih dari apapun, jika kau tahu itu. Tiga bulan kita dalam ikatan cinta, namun tak ada artinya. Aku lebih suka menjadi sahabat seperti dahulu kala dari pada sekarang ini, kita saling mencintai akan tetapi kita tak tahu apa artinya cinta. Aku tak mengerti, kau berubah semenjak aku ungkapkan rasaku padamu. Kau lebih protektif terhadap dirimu sendiri, hingga aku tak tahu harus bagaimana. Aku selalu salah menilaimu, aku sering kali membuatmu sedih dan sering menjatuhkan air mata dari kedua matamu yang tak tahu masalah kita.

Dan hari ini rupanya hubung kita sudah jenuh dan aku pikir hubungan kita tak bisa kita lanjutkan, kau terlalu indah untuk kusakiti. Oleh karena itu aku tak ingin kau menangis bersedih karena aku. Satu yang harus kau tahu dariku, sesungguhnya dari lubuk hatiku yang paling dalam aku tak menginginkan semua ini terjadi dan satu lagi yang harus kau tahu, bahwa aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu walau hari ini aku putuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kita. Karena hati kita bukan terbuat dari batu dan tak bisa kita paksakan, untuk meraih kebahagiaan tidaklah kita untuk dituntut selalu bersama akan tetapi kita harus mengerti satu sama lain. Dan aku mengerti diluar sana ada seseorang yang mencintaimu dan lebih membutuhkanmu dan kau pun mencintainya dan membutuhkannya, raihlah dia dan raihlan kebahagiaanmu bersamanya. Dan aku hanya bisa titipkan kunci hatiku padamu, agar hanya kaulah satu satunya orang yang dapat masuk kedalam hatiku.

Maafkan aku sayang, aku harus pergi...

Setelah hari itu terlelap oleh waktu, aku mulai menggila. Kondisiku sudah tak seperti sejak bersamamu. Aku sakit jika aku mengingat kenangan kita bersama terlintas dalam mimpiku. Aku menangis jika aku mimpikan kita berdua duduk bersama dan bercanda tawa, dan aku bisa gila bila semua itu harus terjadi dalam mimpiku. Hingga hari ini aku tak berani mengendurkan kelopak mataku jika malam tiba. Aku tak berani jika nanti aku terlelap dalam dinginnya malam, kenangan kita bersama kan terlintas dalam mimpiku.

Sudah satu bulan aku jarang menutupkan mataku dalam jangka waktu yang lama. Karena aku takut kenangan kita terlintas dalam mimpi. Aku takut itu. Hingga akhirnya aku seakan akan dan memang aku terjankit penyakit Isomania. Entah sampai kapan aku seperti ini. Aku ingin berubah tapi apalah daya...

Aku tetap seperti ini. Orang yang penakut!

2 comments:

Rachman's Blog said...

Yeach... Berhasil...

Rachman's Blog said...

Test...

Post a Comment